Thursday, February 21, 2013

RASULULLAH DAN KUCING KESAYANGANNYA

Salam satu muhibah semua...... Cuba tengok video ni :
youtube:rahsiawebsite

 adakah anda rasa macam nak gentel gentel dan cium cium jer kucing tu....betapa manja dan comelnya malah menjadi penghibur di kala kesunyian dan pengubat kesedihan gitu......Sesungguhnya Allah SWT menjadikan haiwan comel ini mesti bersebab kan.....Sememangnya selain tolong jaga rumah (tangkap tikus dan segala bende merayaplah hahahha) ia memang menjadi penghibur kepada kita......ermmmm sapa yang tak suka si tomei ni kan....sape yang masih geli dengan kucing....dont worry....cuba cubalah dekat dekat dengan si manja ini ye :)

 kisah ini diambil dari mediapermatangpauh.blogspot.com :

 Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu ketika, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Kerana tidak mahu mengganggu haiwan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan tunduk sujud kepada tuannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengusap lembut ke badan kucing baginda itu sebanyak 3 kali. Dalam peristiwa lain, setiap kali Nabi menerima tetamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan diriba diatas pahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah dia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara azan. Kepada para sahabat, nabi selalu berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, seperti menyayangi keluarga sendiri. Hukuman bagi mereka yang menyakiti haiwan manja ini sangatlah berat, dalam sebuah hadis sahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepaskan kucingnya untuk mencari makan sendiri. Nabi SAW pun menjelaskan bahawa hukuman bagi wanita ini adalah siksaan neraka. Tidak hanya nabi, isteri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Siddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala kucingnya meninggalkan Seorang sahabat yang juga ahli hadis, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi jolokan Abu Hurairah (bapa kucing jantan), kerana kegemarannya dalam merawat dan memelihara banyak kucing jantan dirumahnya.


petikan dari pula  http://islamikblog.blogspot.com :

 Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, "Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan)," [HR At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah]. Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah.Lalu, beliau berkata, "Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana."Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, "Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis." Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur.Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa pada buburnya. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut.Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, 'Aisyah ra. lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya. Rasulullah Saw bersabda, "Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling."Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing,[HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni]. Hadis ini diriwayatkari Malik, Ahmad, dan imam hadis yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya suci. 


sedikit renungan untuk kita semua... :

Firman Allah SWT yang bermaksud :
 "Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam Al-Quran) ia bukanlah cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab agama yang terdahulu daripadanya dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman"
 (Yusuf:111)

No comments:

Post a Comment